Species Baru Kadal

Ilmuwan Kamboja menemukan spesies baru kadal tanpa mata dan kaki. Kadal ini memiliki bentuk tubuh menyerupai ular.

Kadal yang memiliki nama ilmiah Dibamus Dalaiensis ini kebanyakan hidup di bawah tanah. Menurut Team Fauna and Flora International (FFI), menyebutkan bahwa kadal ini ditemukan di gunung Dalai di barat daya Kamboja. “Awalnya, saya kira hewan ini sejenis ular buta. Namun,setelah didekati, hewan ini spesies berbeda,” papar Neang Thy dari FFI.

Sebelumnya pernah tercatat ditemukan kadal buta tanpa kaki di wilayah Asia. Namun, tak satupun pernah ditemukan di Kamboja. Butuh waktu setahun bagi Neang Thy dan rekannya guna mengkonfirmasi temuannya adalah spesies baru.

Dibamus Dalaiensis betina tak memiliki kaki sama sekali namun jantannya memiliki kaki kecil yang tak dipakai sama sekali. Kadal ini menjadi temuan pertama ilmuwan Kamboja atas reptil jenis baru.

sumber:
- kompas.com
- inilah.com
more...

Gereja Tertua Ditemukan di Jordania

Arkeolog Jordania kembali mengklaim telah menemukan gereja tertua di dunia. Situs kuno di bawah Gereja St Georgeous, Kota Rihab, kawasan utara Jordania itu ditemukan setelah penggalian selama tiga bulan.

Konon, umur situs tersebut lebih tua daripada gereja kuno yang ditemukan pada 1998 di sebelah selatan Kota Pelabuhan Aqaba, Jordania.

"Situs ini sudah ada sejak tahun 33-70," papar Abdel-Qader Hussein, pimpinan Rihab Centre for Archaeological Studies Jordania
Menurut dia, situs kuno tersebut juga dilengkapi bukti-bukti ritual religius kaum kristiani pada zaman itu.

Menurut Hussein, situs bawah tanah tersebut digunakan sebagai gereja oleh sekitar 70 murid Yesus pada abad pertama setelah wafatnya Yesus Kristus.

"Ini adalah gereja pertama di dunia yang digunakan sebagai rumah ibadat umat kristiani", tandasnya.

Di situs tersebut terdapat mazbah melingkar yang digunakan sebagai area penyembahan. Juga, terdapat sejumlah tempat duduk dari batu yang diletakkan di sekitarnya. Area itu, lanjut Hussein, dipisahkan dari lorong panjang yang berujung pada sumber mata air.

Yang membuat dia semakin yakin, di lantai Gereja St Georgeous ada mozaik yang menyiratkan 70 murid terkasih Yesus sebagai pendiri gereja tersebut.

Selain itu, situs di dalam gua tersebut jelas lebih dulu ada sebelum Gereja St Georgeous berdiri. Padahal, berdasar penelusuran sejarah, diketahui bahwa gereja itu dibangun pada 230. Dengan demikian, umur situs yang baru ditemukan di Kota Rihab tersebut jauh lebih tua daripada dua situs gereja kuno lain yang sudah lebih dulu ditemukan. Yakni, situs Aqaba di Jordania dan satu situs lain yang ditemukan di Israel pada 2005.
Dalam penggalian tersebut juga diketemukan sebuah terowongan yang diperkirakan menjadi sumber air.

sumber:
>  Tribunnews.com
>  Sinukab Info
more...

Penemuan Manusia Raksasa

Berita mengenai penemuan fosil kerangka manusia raksasa sebenarnya sudah lumayan lama. Kebenaran atau tidaknya tergantung penilaian masing-masing bagi yang membacanya.
Sebagian menganggap ini penemuan yang mengagumkan karena seperti yang sering kita dengar dalam dongeng masa kecil tentang raksasa. Juga seperti yang disebutkan dalam salah satu kitab suci dari salah satu agama terbesar penganutnya, bahwa disebutkan bahwa pada masa lalu pernah hidup manusia raksasa di bumi ini. Tapi bagi sebagian orang lagi cerita penemuan ini hanyalah berita bohong saja, mencari sensasi atau cuma hoax belaka.
Benar atau tidaknya marilah kita mengulang kembali berita tentang penemuan fosil tengkorak manusia raksasa ini. Berita ini dikutip dari salah satu blogsite bernama Planet Legend, setelah mendapat izin dari pemilik blognya, mari kita mengulas berita ini di blog ini.

TENGKORAK MANUSIA RAKSASA SETINGGI 30 METER

Ditemukannya tengkorak manusia setinggi 30 meter merupakan kejadian mengejutkan yang selama ini hanya kita anggap sebagai dongeng pengantar tidur belaka. Tetapi ini memang benar-benar nyata ditemukan oleh para arkeolog.

Seperti yang pernah disebutkan dalam beberapa kitab suci, bahwa manusia raksasa pernah hidup pada zaman dahulu, walau tidak dijelaskan secara rinci. Keberadaan raksasa ini di bumi sering menjadi perdebatan antara yang meyakini keberadaannya maupun yang tidak meyakininya. Bagi kebanyakan orang cerita tentang raksasa ini hanyalah suatu dongeng yang turun temurun diceritakan oleh para nenek moyang setiap bangsa manusia.

Apakah gambar-gambar ini membuktikan bahwa manusia raksasa pernah hidup dan tinggal di atas bumi bersama-sama dengan manusia berukuran normal. Kalau memang benar, apakah mereka memang punah oleh suatu bencana alam yang besar atau memang sengaja dipunahkan ? tapi oleh apa atau siapa ? atau masih ada ?

Beberapa pendapat menghubungkan dengan Kitab Bible (Alkitab) bahwa manusia raksasa punah atau terpunahkan pada zaman Nabi Noah (Nuh). ketika banjir bah besar menutupi seluruh daratan di permukaan bumi yang memusnahkan semua makhluk yang hidup di darat termasuk manusia raksasa ini.

Kita bebas berpendapat ini "real" atau 'hoax', tergantung penilaian kita masing-masing.

"Meski sudah beberapa bukti ditemukan, masih banyak orang yang meragukan eksistensi manusia raksasa. Para ilmuwan bahkan penasaran terhadap kemungkinan pernah hidupnya jenis manusia besar ini. Atas dasar itulah, sekelompok ilmuwan Rusia mengadakan penelitian sejak awal tahun 2005 lalu di Suriah, Mesir, Lebanon, dan kawasan lainnya di Arab Saudi.

Pelacakan tim ilmuwan Rusia yang dipimpin Ernst Muldashev ini ternyata tidak sia-sia. Menurut laporan Trust Rusia pada 1 Desember 2005 lalu, mereka telah memperoleh penemuan penting dalam penyelidikan bersejarah atas keberadaan manusia raksasa di planet kita ini. Tidak hanya ditemukan jejak kaki manusia raksasa, mereka juga menjumpai makam manusia raksasa.

Ernst Muldashev menunjuk beberapa contoh makam manusia raksasa. Dan salah satu di diantaranya adalah makam Abel, terletak di sekitar Damaskus ibukota Suriah. Panjang makam kurang lebih enam meter, dan lebar sekitar 1.8 meter. Di daerah lain di Suriah juga banyak ditemui makam manusia raksasa, di mana salah satu di antara manusia raksasa dalam kuburan itu tingginya mencapai 7.5 meter.

Hanya saja mereka kurang leluasa mengadakan penelitian ini karena adanya faktor penghambat. Menurut, Ernst Muldashev, warga setempat dengan alasan agama dan faktor lainnya tidak menyokong penyelidikan ini. Belakangan ini karena kerusakan makam yang ditimbulkan pencari harta karun, sedikit banyak mereka berpeluang mendekati sejumlah makam.

Hasil temuan ilmuwan Rusia ini bukanlah suatu yang kebetulan. Karena, selain legenda dari berbagai bangsa di dunia tentang manusia raksasa dalam budaya barat dan timur, juga banyak dicatat dalam buku sejarah. Sejumlah besar penemuan arkeologi belakangan ini juga sudah membuktikannya.

Lihat saja penemuan jejak kaki raksasa di sebuah palung sungai Paluxy di Glen Rose, Texas AS, serta lukisan raksasa yang ditemukan di etsa lapisan terbawah padang pasir timur Los Angeles, California, AS. (Lihat tabloid Era Baru edisi 14/Tahun I 2003). Selain itu juga ditemukannya kerangka tulang manusia raksasa oleh tim eksplorasi ARAMCO dalam eksplorasi ladang minyak di kawasan Empty Quarter, sebelah Timur Arab Saudi.

Koran Travelling Thailand pada edisi 02 Juni 2005, juga melaporkan bahwa bencana Tsunami di samudera Hindia pada 26 Desember2005 lalu telah menyebabkan kerangka manusia raksasa purba terapung dipermukaan laut. Kerangka manusia besar dengan tinggi 3.1 meter ini ditemukan di kepulauan PP Thailand, dan sempat menjadi perhatian banyak orang.

Begitu juga laporan CNA, Singapura pada awal 2006 ini. Disebutkan di negara bagian Johor, Malaysia yang berbatasan dengan Singapura tersiar kabar adanya manusia raksasa dengan tinggi hampir tiga meter. Menurut laporan media Singapura dan Malaysia, ada yang pernah melihat manusia liar di hutan sekitar air terjun, Johor. Setelah berita itu tersebar, lembaga himpunan alam Malaysia lalu kesana melakukan pencarian, namun, sampai sekarang tidak ada hasil. Dinas Pertamanan Nasional Johor menuturkan, mereka tidak punya data terkait, dan tidak dapat membuktikan manusia liar itu benar-benar eksis atau tidak.

Penduduk setempat yang pernah melihat manusia liar itu menceritakan, manusia liar itu tingginya hampir tiga meter, jejak kaki yang ditinggalkan panjangnya 50 cm, sekujur tubuhnya dipenuhi dengan bulu lebat, celah giginya besar, wujudnya persis seperti gorila, dan kerap muncul di hutan sekitar air terjun. Setelah kabar tentang manusia liar bertubuh besar ini tersebar luas, himpunan alam Malaysia lalu membawa serombongan reporter, menyelami hutan di sekitar air terjun, Johor, mencari jejak manusia liar.

Kepada media, penanggung jawab himpunan alam Malaysia itu menuturkan, bahwa manusia liar meninggalkan jejak kaki sepanjang 50 cm di berbagai tempat. Namun, dinas pertamanan nasional Johor mengatakan, karena tidak mempunyai data yang lengkap, tidak dapat dipastikan makhluk apa sesungguhnya manusia liar yang diceritakan penduduk setempat tersebut.(erabaru.or.id)"

sumber:
- http://english.pravda.ru/science/19/94/377/16560_giants.html
- http://www.zhengjizn.org/zj/articles/2005/12/7/34868.html
- http://erabaru.net/sejarah/56-sejarah/1314-satu-lagi-bukti-manusia-raksasa
- http://news.nationalgeographic.com/news/bigphotos/21432885.html
- http://michaelsheiser.com/PaleoBabble/2008/06/giant-human-skeleton-nope-just-photoshop/
- http://planet-legend.blogspot.com/2010/07/raksasa.html
more...

Species Manusia

Homo sapiens, sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Manusia pertama diperkirakan adalah keturunan dari Homo erectus, ini menunjukkan bahwa migrasi manusia berasal dari Afrika. Melakukan perjalanan beribu-ribu kilometer sampai ke Asia.
Ini mirip dengan situasi dua juta tahun yang lalu, ketika 4 spesies hominid diketahui telah tinggal di Cekungan Turkana di Kenya, kata Dr Tattersall.

Apabila kita menyinggung ke masalah agama, Adam dan Hawa adalah manusia modern pertama (Homo sapiens), karena jauh ribuan tahun sebelum masa Adam dan Hawa ternyata telah ada sosok manusia yang menyebar di seluruh permukaan bumi ini, yaitu Homo erectus., Homo floresiensis, Homo neanderthalensis dan Homo denisova.
Lalu, benarkah setiap manusia yang pernah hidup di bumi berasal dari seorang ibu Hawa (Eva) Mitokondrial dan ayah Adam Kromosom Y yang hidup pada 200.000 tahun yang lalu di Afrika? Pertanyaan ini masih membuahkan kegelisahan para ahli untuk mengungkap jawaban yang memuaskan. Yang pasti sejumlah artefak dan fosil masa lalu, menunjukkan adanya migrasi umat manusia dari suatu tempat ke tempat yang lain. Dan setiap klan atau etnik telah hidup dalam milenia pada sebuah tempat hingga mengalami sejumlah mutasi budaya dan tunduk pada masing-masing dewa serta melahirkan mite-mite baru dalam kehidupan kelompok masing-masing.
Kepunahan species manusia dari family Hominidae, diperkirakan ada 3 tiga penyebab, yaitu :
  1. Akibat berinteraksi dengan hadirnya manusia yang lebih baru, terjadi persaingan dalam perebutan wilayah, sehingga harus menyingkir ke tempat-tempat yang lebih terpencil dan berbahaya serta melakukan perjalanan beribu-ribu mil. 
  2. Akibat tidak mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim secara drastis. Berbeda dengan manusia modern (Homo sapiens) yang lebih mampu beradaptasi menghadapi perubahan iklim apapun.
  3. Akibat bencana alam atau proses pemusnahan oleh alam yang memusnahkan species apapun yang hidup pada masa itu.

Usia Family Hominidae dari Penemuan Fosil Pertama
Kera Berdiri Tegak
Sahelanthropus tchadensis        (7.000.000 tahun lalu)
Orrorin tugenensis                    (6.000.000 tahun lalu)
Ardipithecus kadabba               (5.600.000 tahun lalu)
Ardipithecus ramidus                (4.400.000 tahun lalu)
Kenyanthropus Platyops           (3.500.000 tahun lalu)
Manusia Kera
Australopithecus anamensis       (4.000.000 tahun lalu)
Australopithecus afarensis          (3.700.000 tahun lalu)
Australopithecus Bahrelghazali   (3.600.000 tahun lalu)
Australopithecus africanus          (3.000.000 tahun lalu)
Australopithecus garhi                (2.600.000 tahun lalu)
Australopithecus sediba             ( tahun lalu)
Paranthropus aethiopicus           (2.700.000 tahun lalu)
Paranthropus boisei                   (2.600.000 tahun lalu)
Paranthropus robustus               (2.000.000 tahun lalu)
Manusia Purba
Homo ergaster                          (2.500.000 tahun lalu)
Homo habilis                             (2.300.000 tahun lalu)
Homo rudolfensis                      (1.900.000 tahun lalu)
Homo erectus                           (1.800.000 tahun lalu)
Homo georgicus                        (1.800.000 tahun lalu)
Homo antecessor                      (1.200.000 tahun lalu)
Manusia Purba Baru
Homo heidelbergensis               (600.000 tahun lalu)
Homo cepranensis                    (500.000 tahun lalu)
Homo sapiens archaic               (400.000 tahun lalu)
Homo sapiens                           (200.000 tahun lalu)
Homo sapiens idaltu                  (160.000 tahun lalu)
Homo neanderthalensis             (130.000 tahun lalu)
Homo sapiens sapiens               (120.000 tahun lalu)
Homo floresiensis                      (94.000 tahun lalu)
Homo denisova                         (50.000 tahun lalu)


Kera Berdiri Tegak
- Sahelanthropus tchadensis


Family:      Hominidae
Genus:       Sahelanthropus, Brunet, 2002
Spesies:     Sahelanthropus tchadensis


Sahelanthropus tchadensis, adalah fosil kera yang hidup sekitar 7 juta tahun yang lalu. Spesies ini pernah diklaim sebagai nenek moyang tertua genus Homo (manusia)) yang pernah diketahui.




Orrorin tugenensis


Family:      Hominidae
Genus:       Orrorin, Senut et al. 2001
Species:     Orrorin tugenensis, Senut et al. 2001

Orrorin tugenensis dianggap fosil tertua kedua (setelah Sahelanthropus) dikenal (nenek moyang) yang mungkin berhubungan dengan manusia modern, dan itu adalah satu-satunya spesies yang digolongkan ke dalam genus Orrorin. Orrorin ini penting karena dapat menjadi bipedal purba awal. Penamaan diberikan oleh penemu yang menemukan fosil Orrorin di Perbukitan Tugen Kenya pada tahun 2000.
Dengan menganalisis pembusukan radiometrik (K-Ar kencan), paleomagnetism, dan biochronology usia spesimen telah diperkirakan 6.000.000 - 5.800.000 tahun. Saat ini, 20 fosil telah ditemukan di empat lokasi di Formasi Lukeino: ini, fosil-fosil di Cheboit dan Aragai adalah yang tertua (6.100.000 tahun, sedangkan di Kapsomin dan Kapcheberek usia fosilnya lebih muda.

- Ardipithecus kadabba
Tidak banyak yang diketahui tentang Ardipithecus kadabba, karena hanya diketahui dari gigi dan potongan-potongan tulang rangka. Fosil ini diperkirakan berumur sekitar 5,6 juta tahun yang lalu. Ini digambarkan sebagai "chronospecies kemungkinan" (yaitu nenek moyang) dari Ardipithecus.ramidus. Meskipun. awalnya sempat dianggap sebagai subspesies dari Ardipithecus ramidus. Pada tahun 2004 antropolog Yohannes Haile-Selassie, Gen Suwa, dan Tim D. White menerbitkan sebuah artikel mengangkat Ardipithecus kadabba ke tingkat spesies, dari dasar gigi yang baru ditemukan di Ethiopia. Gigi-gigi ini menunjukkan "morfologi primitif dan pola pakai" yang menunjukkan bahwa Ardipithecus kadabba adalah spesies yang berbeda dari Ardipithecus ramidus.

- Ardipithecus ramidus


Fosil ini berusia 4,4 juta tahun lalu, ditemukan di Afar di sungai lembah Tengah Awash dari Ethiopia.. Nama Ardipithecus ramidus berasal dari bahasa Afar. bahasa, di mana Ardi berarti "tanah/ lantai" dan ramid berarti "akar". Sedangkan pithecus berasal kata Yunani yang berarti "kera". Fosil memiliki ukuran otak lebih kecil dibandingkan dengan simpanse modern.
Ardipithecus ramidus memiliki otak kecil, berukuran antara 300 dan 350 cm3, Sebanding dengan ukuran otak simpanse betina umum, tetapi jauh lebih kecil daripada otak Australopithecus, dan sekitar 20% dari ukuran otak Homo sapiens modern. Seperti simpanse umum, Ardipithecus ramidus jauh lebih prognathic dari manusia modern.
Gigi taring tidak setajam simpanse umum modern. Kaki lebih cocok untuk berjalan.
Ardipithecus ramidus memiliki kemampuan berjalan yang lebih primitif dari hominid yang lebih baru, dan tidak bisa berjalan atau berlari untuk jarak yang jauh. Dari pola gigi sepertinya Ardipithecus ramidus adalah omnivora.


Manusia Kera
- Australopithecus Africanus


Ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh Raymond Dart tahun 1924. Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja. Hidup antara 3 - 2 juta tahun yang lalu.









- Australopithecus afarensis
















- Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis
Dua penemuan tersebut ditemukan di daerah Amerika Selatan dengan ciri isi volume otak sekitar 600 cm kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter. Penemuan kedua fosil ini juga dikelompokkan kedalam kelompok Manusia Kera atau Kera Manusia.

Pithecanthropus erectus


Pithecanthropus erectus adalah fosil Hominidae yang pertama ditemukan. Pada awal penemuan, makhluk mirip manusia ini diberi nama ilmiah Pithecanthropus erectus oleh Eugène Dubois, pemimpin tim yang berhasil menemukan fosil tengkoraknya di Trinil pada tahun 1891. Perkiraan hidup di zaman pleistosin atau kira-kira 1.500.000 sampai 500.000 tahun yang lalu. Volume otak diperkirakan sekitar 770 - 1000 cm kubik. Bagian tulang-belulang fosil manusia purba yang ditemukan tersebut adalah tulang rahang, beberapa gigi, serta sebagian tulang tengkorak. Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti Kera Yang Dapat Berdiri.



Manusia Purba

Homo ergaster, Groves and Mazák, 1975
- Homo habilis
- Homo rudolfensis
- Homo erectus
Family: Hominidae
Genus: Homo
Species: Homo erectus, Dubois, 1892
Subspecies:
Homo erectus erectus Homo erectus yuanmouensis - Homo erectus lantianensis - Homo erectus wushanensis - Homo erectus nankinensis - Homo erectus pekinensis - Homo erectus palaeojavanicus - Homo erectus soloensis - Homo erectus tantazelensis
Homo erectus, diperkirakan melakukan perjalanan beribu-ribu kilometer meninggalkan Afrika sejak 4 - 2 juta tahun yang lalu.
Homo erectus tampaknya telah berevolusi di Afrika sekitar 1,8 juta tahun lalu. Pertama ke Asia dan kemudian ke Eropa migrasi. spesies punah terkadang kurang dari 0,5 juta tahun lalu. Ini waktu tempat antara Homo erectus dan Homo habilis dan penampilan awal Homo sapiens. Waktu migrasi keluar dari Afrika tidak diketahui. Kebanyakan sarjana setuju migrasi terjadi sekitar 1 juta tahun yang lalu tapi ada perdebatan tentang bagaimana terus jauh lebih awal dari ini telah dimulai.
Homo erectus memiliki kemampuan berburu, membuat alat untuk pembuat api serta mampu bertahan dalam kehidupan yang lebih kompleks.

Homo heidelbergensis

Family: Hominidae
Genus: Homo
Species: Homo heidelbergensis, Schoetensack, 1908
Ditemukan di Jerman, adalah spesies pada genus Homo yang telah punah yang mungkin merupakan nenek moyang langsung Homo neanderthalensis di Eropa. Bukti yang ditemukan mengenai Homo heidelbergensis berusia 600.000 hingga 400.000 tahun yang lalu. Juga ditemukan peralatan dari batu yang sangat dekat hubungannya dengan alat yang digunakan oleh Homo erectus.

Sinanthropus Pekinensis

Adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di gua naga daerah Peking negara Cina oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich. Sinanthropus pekinensis dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip, serta hidup di era zaman yang bersamaan. Sinanthropus pekinensis memiliki volume isi otak sekitar kurang lebih 900 sampai 1200 cm kubik.







Meganthropus Palaeojavanicus
Meganthropus adalah nama yang diberikan kepada penemuan rahang dan fragmen besar beberapa tengkorak dari Sangiran, Jawa Tengah. Nama ilmiah Meganthropus palaeojavanicus bersifat sementara, karena dianggap tidak valid, tetapi untuk nama genus Meganthropus tetap bertahan sebagai sesuatu dari sebuah julukan informal untuk fosil. Kebanyakan ahli paleoantropologi mempertimbangkan mereka masih terkait dengan Homo erectus dengan alasan adanya penggunaan alat mirip dengan Homo erectus. Namun kadang-kadang nama Homo palaeojavanicus dan Australopithecus palaeojavanicus kadang-kadang digunakan juga, ini menunjukkan ketidakpastian klasifikasi. 
Meganthropus A (Sangiran 6)
Ini fragmen rahang yang besar pertama kali ditemukan pada 1941 oleh von Koenigswald dan mengirimkan cast rahang kepada Franz Weidenreich. Weidenreich terpana dengan ukuran rahang tersebut, ini adalah rahang hominid terbesar, kira-kira sama ukurannya dengan gorila, tetapi memiliki bentuk yang berbeda. Weidenreich menganggap penemuan ini adalah gigantisme acromegalic, tapi membatalkan keputusannya karena tidak memiliki fitur khas. Weidenreich mengatakan itu duapertiga dari ukuran Gigantopithecus, yang dua kali lebih besar dari gorila, yang berukuran tinggi 2,44 m.
Meganthropus B (Sangiran 8)
Ini adalah penemuan fragmen rahang lain yang dijelaskan oleh Marks pada tahun 1953. Fosil ini lebih kecil dari spesimen Homo erectus. Spesimen ini memiliki ciri yang berbeda dengan Homo erectus.
Meganthropus C (Sangiran 33/BK 7905)
Ini fragmen rahang bawah yang ditemukan pada tahun 1979. Hubungannya dengan Meganthropus tampaknya menjadi yang paling lemah dan diragukan sebagai kelompok Meganthropus.
Meganthropus D
Penemuan ini oleh Sartono pada tahun 1993, dan diperkirakan berumur antara 1.400.000 sampai 900.000 tahun lalu. Fosil ini sedikit lebih kecil dari Meganthropus A, tetapi bentuknya sangat mirip. Sartono, Tyler, dan Krantz sepakat bahwa Meganthropus A dan D sangat mungkin representasi dari spesies yang sama.
Meganthropus I (Sangiran 27)
Tyler menggambarkan spesimen ini sebagai kranium yang hampir lengkap tapi hancur dalam batas ukuran Meganthropus dan diasumsikan ke dalam kelompok Homo erectus.
Meganthropus II (Sangiran 31)
Fosil ini oleh Tyler disimpulkan bahwa keluar dari kisaran normal Homo erectus. Tempurung kepala lebih dalam, lebih rendah berkubah, dan lebih luas daripada sebelumnya spesimen recovered.It memiliki sagittal crest ganda atau punggungan yang sama, dengan kapasitas tengkorak sekitar 800 - 1000cc. Tidak ada spesimen Homo erectus lain yang seperti ini.
Meganthropus III
Satu lagi penemuan fosil Meganthropus yang diberi nama Meganthropus III. Penelitian tentang fosil ini belum dijelaskan secara rinci. Oleh karena itu sampai saat ini pengklasifikasian Meganthropus masih banyak keraguan, karena dalam penemuan fosil sebagian besar telah rusak.
Meganthropus dalam klaim paling umum adalah bahwa Meganthropus adalah seorang raksasa, menempatkan Meganthropus pada ukuran tinggi 2,75 m dengan berat 340 sampai 450 kilogram. Weidenricht sempat berteori bahwa Meganthropus adalah keturunan dari Gigantopithecus sejenis Kera Purba Raksasa berukuran 3 meter.


Manusia Purba Baru
Kelompok manusia purba baru adalah yang kelompok manusia purba yang diperkirakan hidup pada masa akhir Neanderthal sampai masa awal hadirnya Homo sapiens (manusia modern).

1. Homo rhodensiensis, Woodward, 1921
Homo rhodesiensis, (menggunakan penentuan asam aminoracemiation) pada temuan fosil species ini, diperkirakan berumur 800.000 tahun yang lalu  (waktu sama dengan Homo erectus).





2. Homo heidelbergensis, Schoetensack, 1908
Homo heidelbergensis ("Heidelberg Man", dinamai oleh University of Heidelberg) adalah spesies punah dari genus Homo yang mungkin nenek moyang langsung dari Homo neanderthalensis dan Homo sapiens. Usia fosil antara 600.000 sampai 400.000 tahun yang lalu. Homo heidelbergensis memiliki peralatan alat batu,  sangat mirip dengan alat-alat Acheulean yang digunakan oleh Homo erectus.
Spesies ini berukuran tinggi 1,8 m rata-rata, dan lebih berotot daripada manusia modern. Laki-laki mungkin memiliki berat sekitar 100 kg. Menurut Profesor Lee Berger R. dari Universitas Witwatersrand, banyak tulang fosil yang menunjukkan beberapa populasi heidelbergensis adalah "raksasa" secara rutin lebih dari 2,13 m dan menghuni Afrika Selatan.

3. Homo cepranensis, Mallegni et al., 2003
Homo cepranensis, adalah nama sebuah spesies manusia, yang dikenal hanya dari satu tengkorak yang ditemukan pada tahun 1994. Fosil ini ditemukan oleh arkeolog Italo Biddittu dan dijuluki "Manusia Ceprano" di sebuah kota dekat di Provinsi Frosinone, 89 kilometer Tenggara Roma, Italia.
Usia fosil ini diperkirakan 500.000 tahun. Belum ada materi yang cukup untuk membuat analisis lengkap dari individu ini.

4. Homo sapiens archaic (Archaic Homo sapiens)
Homo sapiens archaic, adalah istilah yang untuk suatu fosil yang ditemukan, karena kedekatan dan kemiripan dengan bentuk Homo sapiens, secara anatomis hampir sama dengan Manusia Modern (Homo sapiens sapiens), dalam periode awal 400.000 tahun yang lalu.Istilah ini biasanya diambil untuk memasukkan Homo heidelbergensis, rhodesiensis Homo, Homo neanderthalensis dan kadang-kadang Homo antecessor. Manusia modern diyakini telah berevolusi dari Homo sapiens archaic, yang sebelumnya berevolusi dari Homo erectus. Varietas Homo sapiens archaic , diperkirakan termasuk dalam "Homo sapiens", karena ukuran otak mereka sangat mirip dengan manusia modern. Homo sapiens archaic memiliki ukuran otak rata-rata 1200-1400 sentimeter kubik, yang tumpang tindih dengan jangkauan manusia modern. Archaics dibedakan dari manusia modern secara anatomis dengan memiliki tengkorak tebal, tulang alis yang menonjol dan kurangnya dagu yang menonjol.
Manusia modern secara anatomis muncul dari sekitar 200.000 tahun lalu dan setelah 70.000 tahun yang lalu (bencana Toba) secara bertahap memarjinalkan varietas "archaic". Non-modern varietas Homo tertentu bertahan sampai 30.000 tahun yang lalu, mungkin masih bertahan sampai sekitar 10.000 tahun lalu.

5. Homo sapiens

6. Omo
Omo adalah penamaan untuk sebuah penemuan tulang Hominidae yang ditemukan antara 1967 dan 1974 di lokasi Kibish dekat Sungai Omo, Omo Taman Nasional di barat-selatan Ethiopia. Tulang-tulang itu ditemukan oleh tim ilmiah dari Museum Nasional Kenya, yang disutradarai oleh Richard Leakey dan lain-lain. 
- Omo 1, diperkirakan berumur sekitar 130.000 tahun yang lalu.
- Omo 2, diperkirakan berumur sekitar 195.000 tahun yang lalu
Dari dua penemuan tulang Hominidae yang diberi nama Omo 1 dan Omo 2 diatas, memunculkan sebuah teori dari RAO yang menyatakan bahwa Homo sapiens sapiens berevolusi bersama hominid lainnya untuk jangka waktu yang cukup sebelum hominid lainnya punah .

7. Homo sapiens idaltu

8. Homo sapiens sapiens

9. Homo sapiens sapiens

10. Homo floresiensis
Karena ukuran tubuhnya kerdil dijuluki "hobbit", yang tinggal di sebuah pulau di Liang Bua, Flores, hidup sekitar 94.000 sampai 18.000 tahun yang lalu. Sangat mengejutkan karena species Hominidae yang telah punah ini, sebenarnya pernah hidup sezaman dengan manusia modern.









11. Homo neanderthalensis
Awal paleoantropologi sebagai suatu disiplin ilmiah dimulai pada hari Agustus tahun 1856. Pada hari bahwa spesimen yang menjadi dikenal sebagai Neanderthal ditemukan di gua Feldhofer, di Lembah Neander, Jerman. Bahan itu ditemukan di sebuah tambang batu kapur di dekat kota Düsseldorf. Materi pulih terdiri dari songkok, dua femora, tiga tulang lengan kanan, dua tulang lengan kiri, bagian dari ilium kiri, dan fragmen dari skapula dan tulang rusuk. Fosil-fosil itu ditemukan oleh para pekerja tambang dan disisihkan untuk diberikan kepada seorang guru lokal dan naturalis amatir, Johann Karl Fuhlrott. Fuhlrott menduga bahwa tulang-tulang ini mewakili potongan-potongan yang unik dari masa lalu manusia, dan meninggalkan deskripsi bahan untuk anatomi Hermann Schaaffhausen. Penemuan fosil Homo neanderthalensis diperkirakan telah berusia 130.000 tahun. Temuan itu diumumkan bersama-sama pada tahun 1857, dua tahun sebelum Darwin On the Origin of Species.

12. Homo denisova
Yang ditemukan pada tahun 2008 di Goa Denisova, Siberia, menunjukkan orang-orang tersebut, biasa disebut Denisova, hidup antara 35.000 - 50.000 tahun yang lalu. Kajian menunjukkan homo denisova kawin dengan nenek moyang orang-orang yang sekarang hidup di Melanesia. Ini dibuktikan dengan temuan bahwa orang-orang Melanesia memiliki 4-6% DNA Denisova.



Klasifikasi Genus Homo 
Kerajaan:   Animalia
Filum:        Chordata
Kelas:       Mamalia
Ordo:        Primata
Famili:       Hominidae
Bangsa:     Hominini
Genus:       Homo, Linnaeus, 1758
Species:
Homo sapiens - Homo gautengensis - Homo habilis - Homo erectus - Homo antecessor - Homo ergaster - Homo heidelbergensis - Homo neanderthalensis - Homo floresiensis - Homo rudolfensis - Homo georgicus - Homo cepranensis - Homo rhodesiensis



sumber :
- Wikipedia
- Human Evolution
- Homo erectus
- Evolusi Manusia

more...

6 Kerabat Anjing Predator

Kalau bicara tentang anjing, pasti kita membayangkan seekor anjing yang jinak, penurut dan sering bertingkah lucu di depan pemiliknya. Tapi sebenar di luar sana di alam sebenarnya terdapat beberapa jenis keluarga anjing yang ganas dan buas, bahkan terkadang bisa menyerang manusia.
Berikut ini beberapa kerabat anjing yang terkenal akan kebuasannya.

1. Harimau Tasmania (Thylacinus cynocephalus)

Berasal dari Australia dan pulau Papua dan dinyatakan punah pada abad ke-20. Binatang ini disebut Harimau Tasmania karena punggungnya yang bercorak belang, namun ada juga yang menyebutnya Srigala Tasmania.
Harimau Tasmania adalah mamalia karnivora dari family Thylacinidae, lebih menyerupai anjing besar dengan rambut pendek yang memiliki ekor kuat yang dengan lancar terbentang dari tubuh yang mirip dengan kangguru. Banyak penetap Eropa melakukan perbandingan langsung Harimau Tasmania dengan Hyena karena memiliki perilaku yang hampir sama.
Pada masanya binatang ini sering terjadi interaksi dengan penghuni asli Australia maupun imigran dari Eropa. Karena seringnya binatang ini menyerang manusia maupun ternak, maka terjadilah perburuan besar-besaran terhadap binatang ini, dan pada abad ke-20 binatang ini pun dinyatakan punah. Tetapi beberapa penduduk di Australia meyakini bahwa binatang ini tidaklah sepenuhnya punah dan mengatakan pernah bertemu dengan binatang ini pada masa sekarang ini. Thylacinus cynocephalus ini sebenarnya memiliki kerabat yaitu Thylacinus potens, yang terlebih dahulu punah, adalah salah satu spesies terbesar dari famili Thylacinidae,

2. Hyena (Crocuta crocuta)
Hyena adalah mamalia karnivora dari family Hyaenidae. Sebagian peneliti menyatakan bahwa Hyena bukanlah kerabat dengan keluarga Anjing, dan sepertinya memang berbeda, walaupun terdapat banyak kemiripan, terutama dari fisik dan perilaku. Sehingga menempatkan hyena sebagai species tersendiri, terpisah dari keluarga anjing (Canidae). Penyebaran hanya di Afrika. Hyena seringkali dianggap sebagai hewan pemakan bangkai, sekilas binatang ini seperti penakut, padahal binatang ini tidak pernah takut terhadap apapun, sebagian besar hyena mendapatkan makanan dengan cara berburu hewan berukuran sedang atau mencuri makanan dari cheetah, anjing liar afrika bahkan singa. Dalam persaingan hidup, hyena sering berselisih dengan singa dan anjing liar afrika mengenai perebutan makanan dan wilayah kekuasaan. Mereka termasuk yang tercerdas di antara hewan karnivora, dengan penelitian yang mengindikasikan tingkat kecerdasan sosial mereka setara dengan spesies primata.

3. Srigala Abu-abu (Canis Lupus), Inggris : Grey Wolf

Srigala abu-abu adalah binatang mamalia karnivora dari family Canidae. Srigala abu-abu mempunyai asal-usul yang sama dengan anjing dari keluarga Canis Lupus. Secara umum, srigala abu-abu mempunyai tinggi sekitar 60 cm sampai 80 cm (26 - 32 inci) dan berat sekitar 23 - 59 kilogram. Srigala,sering berburu di malam hari dan melolong pada malam hari. Beberapa jenis anjing juga memiliki bentuk fisik yang mirip dengan srigala abu-abu, contoh anjing jenis Siberian Husky dan Samoyed.
Srigala abu-abu hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari 12 srigala, tetapi ada juga kelompok yang memiliki 30 srigala. Sanggup berlari mengejar mangsanya sampai bermil-mil hingga mangsanya letih. Binatang ini sangat buas, tidak jarang sering menyerang manusia hingga tewas. Beberapa ratus tahun lalu binatang ini diburu hingga musnah di Yellowstone Amerika Serikat, tetapi beberapa tahun terakhir ini binatang ini didatangkan lagi dari Kanada dan sekarang telah berkembang pesat.

4. Coyote (Canis latrans)
Nama Coyote berasal bahasa Meksiko, adalah binatang carnivora dari family Canidae. Coyote ini bernama ilmiah Canis latrans, berarti "anjing menggonggong" dalam bahasa Latin. Coyote ini masih berkerabat dekat dengan Anjing dari jenis German Sheperd. Coyote Gunung cenderung berbulu gelap sementara Coyote Gurun cenderung berwarna cokelat terang.  Biasanya Coyote berburu secara berpasangan. Berukuran tubuh lebih kecil dari Srigala. Dalam persaingan mencari makanan biasanya Coyote menunggu sisa-sisa makanan dari mangsa hasil buruan Srigala. Selama ini sangat jarang Coyote menyerang manusia, tetapi baru-baru ini di Kanada seorang artis Folk perempuan asal Kanada terkenal Taylor Michel tewas akibat serangan Coyote.

5. Dingo (Canis lupus)
Canis lupus
Canis lupus
Pada awalnya binatang ini adalah binatang yang sangat jinak, ketika dibawa oleh imigran dari Eropa ke daratan Australia, beberapa ekor binatang ini terpisah dari pemiliknya dan hidup di hutan Australia selama berpuluh-puluh tahun dan berkembang menjadi suatu komunitas anjing liar yang buas di hutan Australia.
Dingo atau Warrigal, Canis lupus dingo, adalah tipe anjing liar. Srigala India (Canis Indica) kemungkinan merupakan nenek moyang dari Dingo.
Srigala India (Canis indica)
Dingo umumnya dideskripsikan sebagai anjing liar Australia, tetapi tidaklah berasal dari Australia. Dingo modern dapat ditemukan di Asia Tenggara, terutama di kantong kecil hutan yang tersisa, dan di Australia, terutama di utara. Mereka memiliki ciri umum dengan srigala dan anjing modern. Nama dingo berasal dari bahasa Eora orang Aborigin yang merupakan penduduk asli daerah Sydney. Dingo pada masa sekarang ini menjadi predator puncak di Australia, hampir semua binatang liar yang hidup di Australia akan menjadi santapannya, tidak terkecuali Kanguru yang berukuran 3 kali lebih besar dari ukuran dingo pun menjadi mangsanya.

6. Rubah (genus : Vulpes ...), Inggris: Fox

Rubah adalah karnivora dari family Canidae. Terdapat 27 spesies rubah. Mereka adalah pelari cepat dan tangkas.
Rubah Merah (Vulpes vulpes)
Rubah dapat ditemui di semua benua, hidup di hutan, semak-semak dan padang pasir. Kebanyakan rubah makan tikus, vole, kelinci, telur burung, serangga besar dan daging bangkai. Di Britania Raya, terdapat olahraga umum untuk berburu rubah dengan kuda dan anjing.
Rubah yang cukup terkenal adalah Rubah Merah (Vulpes vulpes), habitatnya terletak di Kanada, Alaska, Amerika Serikat, Eropa, Afrika Utara dan Asia, termasuk Jepang. Rubah merah diperkenalkan di Australia pada abad ke-19. Seperti namanya, bulu rubah ini berwarna merah kecoklatan.


--------------------------------
diolah dari berbagai sumber

more...
« »
« »
« »