Axelle, Pendukung Belgia Terima Kontrak Model Belgia

Axelle Despiegelaere
Seorang pendukung tim nasional Belgia di tribun penonton di World Cup Brazil 2014, Axelle Despiegelaere, yang karena kecantikannya sering tertangkap kamera. Di antara banyaknya pendukung cantik perempuan Belgia, ternyata Axelle yang paling sering disorot kamera.

Karena seringnya Axelle tertangkap kamera rupanya membuat dia mendapat tawaran kontrak menjadi model di negaranya. Dengan hal ini ia pun bahkan memiliki fan page di Facebook.

Axelle mendapat kontrak modelling dari perusahaan kosmetik L'Oreal, dan saat ini Axelle telah membuat video promosi untuk perusahaan kosmetik tersebut.

Sebelum Axelle, juga pernah terjadi hal yang sama pada Pamela Anderson seorang pendukung tim nasional Kanada dan pendukung tim nasional Paraguay Larissa Riquelme pada World Cup 2010.

Wajah cantik Axelle beredar di Twitter ketika ia tengah mendukung kesebelasan kesayangannya di fase grup World Cup Brazil 2014. Ketika kembali ke Belgia, Gadis 17 tahun ini terkejut karena telah memiliki 200.000 followers, sekaligus mendapat tawaran kontrak sebagai model produk kecantikan L’Oreal.

Gallery


source: sepakbola.com


source: youtube.com

source: bola.net


more...

Manusia Liliput atau Alien ?

Cerita tentang "Manusia Liliput", mungkin banyak dari kita yang mengetahuinya. Suatu kisah dongeng komik, seperti "Guliver di Negeri Liliput". Ternyata di dunia kita ini, ada manusia "liliput" berukuran 15 cm, yang ditemukan di Chile, Amerika Selatan.

Sekitar 10 tahun lalu, beberapa ilmuwan yang melakukan jelajah di Chile, menemukan kerangka yang menyerupai manusia berukuran 15 cm atau lebih pas seukuran dengan pensil. Penemuan ini diberinama Atacama Humanoid. Awalnya penemuan itu, diduga merupakan kerangka bayi monyet, bahkan sempat diduga bahwa ini adalah kerangka "alien".

Kerangka ini pertamakali ditemukan, oleh seorang bernama Oscar Munoz (19 Oktober 2003), di situs purbakala Kota La Noria, di Gurun Atacama. Ketika ia melakukan penggalian, ia menemukan sebuah kain putih berisi kerangka yang berukuran mini. Anehnya kerangka itu masih memiliki gigi, kepala yang membesar di bagian atas hingga ke belakang. Kerangka tersebut berwarna gelap dan bersisik, tapi hanya sembilan rusuk.

Garry Nolan, seorang direktur ilmu biologi di Universitas Stanford, memastikan bahwa kerangka itu bukanlah kerangka monyet, tapi itu adalah manusia atau lebih mirip dengan manusia. "Makhluk itu pernah bernafas, makan dan bermetabolisme".

Menjadi pertanyaan, apakah komunitas manusia kecil seperti ini, masih ada atau tidak? mungkin masih hidup dan beraktifitas di suatu tempat yang tidak bisa dijangkau oleh manusia berukuran normal.

terkait:

- http://blog-berjaya.blogspot.com
- http://dewahyu-wm.blogspot.com
more...

9 Mitos Hantu Tradisional di Indonesia

Hantu, bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia mungkin percaya tentang cerita hantu, selain itu ada juga kisah-kisah tradisional yang tetap mempercayai dengan adanya hantu versi daerah.
Mitos hantu seperti, kuntilanak, pocong dan tuyul, mungkin menjadi yang paling populer bagi masyarakat Indonesia. Selain itu ada juga beberapa yang hanya populer di daerah-daerah tertentu, seperti di pulau Jawa dikenal seperti Genderuwo.

Mari kita lihat beberapa hantu versi daerah.

1. 

Cerita tentang kuntilanak, entah benar atau tidak, tapi banyak yang percaya bahwa hantu yang berwujud perempuan ini memang ada.
Kisah kuntilanak ini sebenarnya berawal dari tanah Melayu, yang dikenal sebagai "Puntianak", oleh karena itu orang di Sumatra maupun di Kalimantan Barat, istilah "kuntilanak" dikenal sebagai "Punti" atau "Puntianak".
Konon, Kuntilanak berawal dari kisah seorang perempuan yang mati bunuh diri, akibat ditinggal sang kekasih. Setelah bunuh diri, arwahnya bergentayangan mencari sang suami. Dari cerita-cerita orang, bahwa Kuntilanak ini lebih sering menampakkan diri kepada laki-laki yang lewat tempat sepi di malam hari. Mungkin si kuntilanak menyangka bahwa laki-laki ini suaminya ? atau mungkin cuma iseng menggoda setiap laki-laki yang ia temui. Kata orang, kalau ditancapkan sebuah paku ke kepala si kuntilanak ini, maka ia akan menjelma menjadi perempuan cantik. Wah !!?? ada-ada saja. ngimpi ...

2. Pocong
Cerita tentang pocong, tidak kalah populernya dengan kisah kuntilanak. Bahkan di media televisi juga sering memunculkan tokoh pocong.
Pocong, dikisahkan dari seseorang yang telah dikubur, tapi arwahnya tidak diterima, karena kematian yang tidak wajar, sehingga arwahnyapun bergentayangan dengan bentuk masih berbungkus kain kafan, lengkap dengan ikatan pocong di atas kepalanya. Pocong menurut orang yang pernah melihatnya (entah benar atau tidak), biasanya melakukan gerakan loncat-loncat (karena kakinya masih terbungkus kain kafan, dan tidak bisa berjalan), sehingga dengan gerakan loncat-loncat inilah ia memindahkan tubuhnya. kasian ya ! coba naik kursi roda pasti asyik!

3. Tuyul
Si pencuri cilik, ini disebut tuyul. Menurut cerita, bahwa tuyul berwujud anak kecil berkisar usia antara 5 s.d. 8 tahun, yang meninggal, tapi karena meninggalnya tidak wajar, maka arwahnya pun gentayangan.
Menurut cerita orang-orang, si tuyul hantu nakal ini sering dimanfaatkan (semacam dipelihara) oleh orang jahat, untuk dimanfaatkan sebagai pencuri. Tapi karena si tuyul ini masih anak-anak, maka ketika melakukan tugas mencurinya sering gagal, karena apabila ia melihat anak-anak sepantaran dia bermain di halaman, maka ia akan ikut bermain dengan anak-anak tersebut, walaupun anak-anak tersebut tidak mengetahui keberadaannya. Karena asyiknya bermain maka ia pun lupa dengan "tugas" mencurinya. Nah lho! biar dah jadi hantu, tapi tetap aja anak kecil!

4. Gendruwo
Ini hantu versi pulau Jawa. Bagi masyarakat Jawa, kisah Genderuwo ini sangat dipercayai.
Genderuwo atawa Gendruwo, konon masih sepupu sama jin yang bergentayangan di alam manusia, jahat, pemarah dan punya kebiasaan buruk suka mengganggu manusia. Genderuwo memiliki bentuk yang sangat menyeramkan, mungkin mirip monster kaya di film-film. Karena jahatnya genderuwo ini, ia bisa memberi penyakit kepada manusia yang diganggunya, bahkan bisa menyebabkan kematian. Tapi semua itu hanyalah sekedar cerita rakyat dari mulut ke mulut di pulau Jawa (khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur), yang tentu saja diragukan kebenarannya ceritanya. Ah ..nakut-nakutin aja nih wong jowo! wedi aku

5. Leak
Ini merupakan cerita rakyat yang populer di kalangan masyarakat Bali.
Kisah tentang Leak merupakan cerita turun temurun yang tetap terpelihara hingga sekarang. Kisah Leak sendiri sangat populer dan sering ditampilkan pada seni tari tradisional Bali, yang menjadi ciri khas utama pulau Bali.
Leak sendiri, sebenarnya bukanlah sosok hantu, seperti kisah hantu lainnya. Leak adalah seseorang yang mengenyam ilmu yang disebut "Ilmu Leak". Yang mengamalkan ilmu ini, ia bisa berubah menjadi Leak, yaitu semacam kepala yang melayang-layang, dengan lidah menjulur. Tidak tahu pasti seperti apa wujud Leak sebenarnya, tapi dari ilustrasinya, begitulah digambarkan.
Seperti kebanyakan anggapan orang, bahwa Leak itu, jahat dan bisa mengganggu manusia. Tapi menurut cerita orang setempat, bahwa Leak tidaklah berbahaya dan tidak akan menyakiti manusia.
Serem juga ah!

6. Begu Ganjang
Yang satu ini, adalah kisah hantu dari tanah Batak Sumatra. Cerita tentang begu ganjang yang kalau diartikan dalam bahasa Indonesia kira-kira berarti "hantu panjang". Menurut ceritanya, bahwa hantu ini berukuran sangat tinggi. Kadang bisa terlihat berukuran normal seperti manusia biasa, tapi secara perlahan dia akan tumbuh tinggi, sehingga saat kita terus melihatnya dan kepala akan mendongak ke atas. Pada saat itulah si begu ganjang ini akan mencekik leher kita hingga mati, atau menggigit leher kita.
Pada masa sekarang ini, terutama di perkotaan banyak orang tidak percaya lagi dengan kisah hantu seperti ini, tapi bagi masyarakat yang masih tinggal di perkampungan sebagian masih percaya dengan adanya "begu ganjang" ini. Banyak penuturan orang kampung, yang bercerita tentang pertemuan dengan makhluk astral ini. Walaupun tidak bisa dibuktikan kebenaran ceritanya.
Yang ini kayaknya pegang rekor sebagai hantu tertinggi di dunia ya .. hehe



7. Kuyang
Cerita tentang "kuyang" berasal dari tanah Kalimantan. Di kalangan masyarakat Dayak maupun suku Banjar, sebagian besar masih mempercayai kisah tentang kuyang ini. Istilah "kuyang" sendiri kadang disebut juga sebagai "Stelit Dayak", yaitu sosok kepala perempuan yang terbang melayang mencari darah ibu-ibu yang baru melahirkan. Konon kuyang akan menghisap darah si ibu sampai habis, tidak jarang terjadi kematian bagi si ibu yang baru melahirkan tersebut. Tapi cerita ini disangkal oleh masyarakat Dayak sendiri, tentang sosok kuyang menjadi penyebab kematian bagi ibu-ibu yang baru melahirkan. Dikatakan bahwa kuyang bukanlah hantu seperti yang selama ini dituduhkan, dan kuyang juga tidak akan menyebabkan kematian bagi ibu-ibu yang baru melahirkan, apalagi sampai menghisap darah sang bayi. Karena si kuyang hanya menghisap darah kotor yang dikeluarkan oleh ibu yang baru melahirkan, dan tentunya tidak akan menyebkan kematian.
Kuyang adalah semacam ilmu yang diamalkan oleh masyarakat dayak pada masa lalu. Dan ketika orang yang mengenyam ilmu itu meninggal, ternyata ilmu itu menurun secara otomatis kepada salah seorang anaknya. Sang anak itupun tidak menyadari bahwa ia memiliki ilmu "kuyang". Di kala ia sedang tertidur di malam hari, kepalanya akan lepas dengan sendirinya beserta usus-ususnya. Pada saat kuyang sedang melayang ia akan memancarkan cahaya merah, yang menjadi pertanda bahwa sang kuyang sedang mencari santapannya, apabila sudah terpenuhi, maka cahaya tersebut akan berubah menjadi warna biru atau hijau.
Wajah sih bolehlah, tapi leher ke bawah .. aduh ngeriii!

8. Pokpok
Hantu "pokpok" ini merupakan kisah dari tanah Sulawesi. Paling populer kisah ini adalah di Minahasa Sulawesi Utara, yang dikenal dengan nama "pokpok", sedangkan di Toraja Sulawesi Tengah dan Selatan juga ada cerita sejenis yang dikenal dengan sebutan "po'pok".
Kisah "pokpok" ini mungkin mirip dengan kisah "kuyang" di Kalimantan, yaitu tentang sosok kepala terbang yang mencari mangsa, ibu-ibu yang baru melahirkan akan dihisap darahnya sampai mati, dan sekaligus menghisap darah sang bayinya. Sedikit berbeda dengan kisah "kuyang" dari kalimantan yang tidak "jahat" yang tidak sampai membunuh korbannya, sedangkan "pokpok" bisa sangat mematikan. Selain itu "pokpok" tidak hanya berwujud kepala perempuan yang melayang, tapi juga bisa terlihat dengan wujud kepala laki-laki.
Istilah "pokpok" sendiri karena di saat melayang terbang "pokpok" mengeluarkan suara "pok", "pok", "pok". Suara seperti ini sering membuat warga di perkampungan ketakutan dan tidak berani keluar rumah. Oleh karena itu sering warga perkampungan di Minahasa melakukan perburuan terhadap "pokpok" ini.
Ngeri juga nih!

9. Kaboter
Kisah tentang "kaboter", juga berasal dari tanah Sulawesi, tepatnya tanah Minahasa dan Manado. Beberapa pendapat yang salah sering menyamakan "kaboter" dengan "tuyul. Kaboter berwujud manusia kecil, mungkin mirip "tuyul", tapi bedanya "kaboter" berwujud manusia dewasa yang bertubuh kecil, bukan kerdil, tapi berukuran mini. Menurut cerita "kaboter" tidaklah berbahaya, hanya saja dia suka bermain-main di lingkungan manusia, terutama di lingkungan halaman rumah. Walaupun manusia yang berada di dekatnya tidak menyadarinya, tapi kadang terjadi juga penampakan secara tidak sengaja. Konon, kalau kita menabur-naburkan kacang hijau di lingkungan dekat hutan, atau dekat tepian sungai, atau daerah semak-semak dan pepohonan sekitar hutan, maka si "kaboter" akan datang menghampiri kita, menyangka kita akan mengajaknya bermain.
ih lutunya! eh ngeri ya?


more...

Hilangnya 11 Hari pada September 1752

Sistem penanggalan dunia Romawi Gregorian seperti yang kita gunakan selama ini, ternyata pernah mengalami kejanggalan, tepatnya keanehan! Karena 11 hari dalam penanggalan dinyatakan hilang. Tentunya ini menjadi sebuah misteri. Mengapa 11 hari pada bulan September tahun 1752 dinyatakan hilang. Pada bulan September tahun 1752 tidak ditemukan tanggal 3 hingga tanggal 13. Dari tanggal 2 langsung loncat ke tanggal 14. Apabila anda menggunakan Linux pasti bisa melihat kejanggalan tersebut. Tapi bagi pengguna Windows cs., tidak bisa melihatnya. Bagi yang menggunakan Linux coba buka sistem penanggalan pada komputer anda.

by Bob Broke

Tanggal 2 September 1752, pada hari itu, di Kepulauan Inggris dan semua koloni Inggris, termasuk Amerika juga mengalaminya. Ketika orang-orang pergi tidur di malam hari pada tanggal 2 September dan ketika mereka terbangun keesokan harinya, tanggal telah berubah menjadi 14 September. Akibat kejadian ini terjadi kerusuhan di daerah pedesaan karena orang-orang berfikir pemerintah mencoba menipu mereka dengan merobah penanggalan. Selain di tanah Inggris, daerah lain Meskipun hari ini menghilang di tanah Inggris tahun 1752, juga lenyap di tempat lain, di Perancis pada 1582, Austria pada 1584, dan Norwegia pada 1700.

Inggris termasuk di antara negara-negara terakhir di dunia untuk menerima bahwa sebenarnya mereka menggunakan kalender cacat. Kalender Julian, yang sangat tua dan digunakan sejak 45 SM sebelum masa Julius Caesar, menyatakan 25 Maret Hari Tahun Baru dan menambahkan bahwa tahun akan 365 hari dan 6 jam lama. Konsili Nicea kalender resmi diadopsi pada tahun 325 Masehi. Mengukur panjang setahun matahari lebih akurat, astronom menemukan bahwa sistem Julian melebihi tahun solar sebesar 11 menit, atau 24 jam setiap 131 tahun, dan tiga hari setiap 400 tahun. Kelebihan ini berjumlah 10 hari antara 325 SM dan 1582 AD

Paus Gregorius XIII memerintahkan membuat kalender baru, yang disebut Kalender Gregorian pada 1582, ketika sebagian besar dunia melompat maju dengan 10 hari pada tanggal 5 Oktober, sehingga memulihkan vernal equinox Maret 21. Untuk mencegah terulangnya kesalahan ini, ia memerintahkan bahwa, dalam setiap 400 tahun, hari ekstra tahun kabisat harus dihilangkan sebanyak tiga kali. Untuk menjalankan hal ini secara teratur, menghilangkan hari terakhir pada bulan Februari pada tahun yang seratus dua digit pertama tidak dapat dibagi oleh empat tanpa sisa satu. Jadi, itu dihilangkan dalam 1700, 1800, dan 1900, tapi tidak akan dihilangkan pada tahun 2000.

Semua negara Katolik, mengikuti perintah Paus, menerapkan sistem baru. Namun Inggris, mengalami kesulitan dengan Gereja Roma, menolak untuk turut dengan kalender baru sampai pertengahan abad ke-18 dan kemudian perbedaan telah tumbuh menjadi 11 hari. Semua tanah kecuali Inggris Skotlandia, yang mengubah kalender 100 tahun sebelumnya, sekarang merayakan Hari Tahun Baru pada tanggal 1 Januari. Di Rusia, Kalender Julian tetap digunakan.

Meskipun kalender resmi, orang-orang di Inggris dan koloni-koloni mulai menggunakan sistem Gregorian pada awal abad ke-16. Dengan demikian, banyak catatan kolonial awal termasuk tanggal ganda, ditulis sebagai “12 Feb 1661 / 1662,” menunjukkan bahwa, meskipun secara resmi tahun 1661, beberapa menganggap hal itu terjadi 1662.

Genealogists, khususnya yang baru saja memulai pencarian mereka untuk leluhur, perlu memeriksa tanggal ditemukan di negara-negara berbahasa Inggris antara 1582 dan 1752. Apakah ini tanggal yang tertera sebagai OS (Old Style) atau NS (New Style)? Apakah ada tanggal terdaftar sebagai 1750/51? Itu artinya mereka ada mungkin sudah antara 1 Januari dan 24 Maret, yang berarti bahwa 1750 adalah notasi gaya lama dan 1751, yang baru. Tanggal-tanggal ganda tersebut hanya terjadi pada bulan Januari, Februari dan Maret, pernah dalam bulan lainnya dan tidak pernah setelah 1752.

Selain itu, tanggal di abad ke-17 sering memiliki bulan yang ditunjukkan dengan nomor dan bukan nama. Hal ini karena sebagian besar bulan telah Romawi dan kaum Puritan dan Quaker tidak menyukai mereka. Sejak Maret dianggap sebagai bulan pertama tahun sebelum 1752, tanggal sebelum yang mungkin membaca seperti ini: “13, mo 2: 1683.” Ini menjadi “13 April 1683.” Secara umum, hari itu tiba bulan pertama dan kedua, tetapi untuk memastikan, genealogists pastikan dengan membandingkan tanggal dengan orang lain dalam catatan yang sama.

Related
- http://mostodd.wordpress.com/2011/04/25/11-days-lost/
http://www.genealogytoday.com/columns/everyday/030902.html
more...

10 Ethnic Terbesar di Dunia

source: wearetraveller.com
10: Italia
Populasi: 119 juta
Persentase dari penduduk dunia: 1.70%
Mayoritas: Italy
Daerah populasi signifikan (di atas 1 juta): Brazil, Argentina, United States, France, Canada, Uruguay




source: bsnlbbmodemdrivers
9: Punjabi
Populasi: 120 juta
Persentase dari penduduk dunia: 1.71%
Mayoritas: Pakistan
Daerah populasi signifikan (di atas 1 juta): India, United Kingdom






Japanese People
source: comingmore.com
8: Jepang (Japanese)
Populasi: 130 million
Persentase dari penduduk dunia: 1.86%
Mayoritas: Japan
Daerah populasi signifikan (di atas 1 juta): Brazil, United States





German Football Fans
source: humanbreeds.wordpress.com
7: Jerman (Germain)
Population: 150 million
Persentase dari penduduk dunia: 2.14%
Mayoritas: Germany, Switzerland, Austria, Liechtenstein
Daerah populasi signifikan (di atas 1 juta): United States, Brazil, Canada, Argentina, South Africa, France




Russian People
source: thesituationist.wordpress.com
6: Rusia (Russians)
Populasi: 200 juta
Persentase dari penduduk dunia: 2.86%
Mayoritas: Russia
Daerah populasi signifikan (di atas 1 juta): Ukraine, Kazakhstan, United States, Uzbekistan





People celebrate Pahela Baishakh of Bengali New Year 1420 in Dhaka
source: demotix.com
5: Bengali
Population: 230 juta
Persentase dari penduduk dunia: 3.29%
Mayoritas: Bangladesh
Daerah populasi signifikan (di atas 1 juta): India, Pakistan, Saudi Arabia





Grupo-Mestizo
source: discoveringlatinamerica.com
4: Mestizo
Populasi: 235 juta
Persentase dari penduduk dunia: 3.36%
Mayoritas: Ecuador, Peru, Nicaragua, El Salvador, Bolivia, Honduras, Panama, Mexico
Daerah populasi signifikan (di atas 1 juta): Colombia, United States, Paraguay, Venezuela, Guatemala, Costa Rica, Dominican Republic, Chile, Argentina, Brazil

source: freerepublic.com
3: Arab
Populasi: 300 juta
Persentase dari penduduk dunia: 4.29%
Mayoritas: Negara-negara yang berbahasa Arab
Daerah populasi signifikan (di atas 1 juta): Argentina, United States, France, Iran, sebagian Israel, Mexico









2: India
Populasi: 1.25 miliar
Persentase dari penduduk dunia: 17.86%
Mayoritas: India
Daerah populasi signifikan (di atas 1 juta): United States, Burma, Canada, Malaysia, Saudi Arabia, United Arab Emirates, United Kingdom, South Africa




image
source: english.eastday.com
1: Han Chinese
Populasi: 1.31 miliar
Persentase dari penduduk dunia: 18.71%
Mayoritas: China, Taiwan, Hong Kong, Singapore, Macau
Daerah populasi signifikan (di atas 1 juta):: Indonesia, Thailand, Malaysia, United States, Canada, Peru, Vietnam, Australia, Cambodia, Philippines, Burma






more...
« »
« »
« »